Tim AADC Humas Unpad Raih Dua Penghargaan di PPRF 2026

Melalui ajang The 14th Padjadjaran Public Relations Fair (PPRF) 2026, tiga mahasiswa Hubungan Masyarakat Fikom Unpad angkatan 2024 yang tergabung dalam Tim AADC berhasil meraih dua penghargaan sekaligus. Mereka meraih Juara 3 dan penghargaan The Best Presentation pada kategori OlymPR. Prestasi ini kembali membuktikan kemampuan mahasiswa Humas Unpad dalam menghadapi kompetisi komunikasi. 

PPRF merupakan kompetisi komunikasi bagi mahasiswa ilmu komunikasi yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Hubungan Masyarakat (Hima Humas) Fikom Unpad dalam rangkaian acara Epicentrum. Kompetisi ini mengajak peserta mengembangkan strategi komunikasi inovatif untuk mengatasi kekerasan terhadap anak dalam konteks keluarga dan pola asuh. Tema yang diangkat dalam kompetisi tersebut adalah “Breaking the Cycle of Harmful Family: Understanding the Multiple Roots of Violence Against Children.”

Kampanye Pencegahan Kekerasan Emosional Anak

Tim AADC Humas Unpad yang beranggotakan Adiva Raissa, Aireni Dasura, dan Dhea Febri mengangkat kampanye mengenai pencegahan kekerasan emosional dalam keluarga, khususnya hubungan antara orang tua dan anak di wilayah Jawa Barat melalui kampanye bertajuk #AMANdariRumah. Kampanye ini mengusung pesan utama “Didik ku Asih, Sanes ku Bentak”, yang berarti mendidik anak dengan kasih sayang, bukan dengan bentakan, sesuai dengan nilai budaya lokal Sunda.

Mereka memilih Jawa Barat karena provinsi ini masih menjadi salah satu wilayah dengan angka kekerasan anak yang tinggi. Ide kampanye kemudian dikembangkan melalui proses brainstorming dan riset mendalam melalui wawancara bersama pihak Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) serta Psikolog Klinik P2K2 Unpad. Berdasarkan temuan tersebut, tim merumuskan empat pesan utama dalam kampanye #AMANdariRumah, yaitu A (Anak berhak didengar), M (Mari hentikan kekerasan), A (Ajarkan didikan tanpa bentakan), dan N (Nyaman tumbuh dalam rasa aman).

Melalui proses tersebut, Tim AADC berhasil merumuskan kampanye yang relevan dengan tema PPRF 2026 sekaligus dekat dengan kondisi sosial di masyarakat. Kampanye ini menyoroti pentingnya pencegahan kekerasan emosional pada anak, serta mendorong orang tua untuk membangun pola pengasuhan yang lebih positif, aman, dan penuh kasih sayang di lingkungan keluarga.

Tim AADC Bersama Salah Satu Perwakilan dari LPAI

Tantangan Tim AADC saat Kompetisi PPRF 2026

Berbeda dengan kompetisi public relations lainnya, PPRF memiliki tahapan seleksi yang lebih bertahap. Pada tahap penyisihan, seluruh tim diwajibkan membuat esai yang berfokus pada tiga aspek, yaitu analisis publik, analisis organisasi, dan analisis situasi. Tahapan ini bertujuan untuk menguji pemahaman peserta terhadap kasus kekerasan anak yang menjadi tema kompetisi.

Tim yang berhasil lolos ke tahap berikutnya diwajibkan menyusun proposal kampanye dan mempresentasikannya menggunakan metode pecha kucha. Setelahnya, peserta juga mendapat tantangan untuk merumuskan problem statement baru secara langsung. Tim AADC kemudian mengangkat isu rendahnya kesadaran orang tua di wilayah tanpa laporan kasus dalam mengenali dan mencegah kekerasan emosional pada anak. Rangkaian presentasi tersebut dilakukan sebanyak dua kali pada tanggal 21 dan 22 Mei 2026, sebelum akhirnya pemenang ditentukan pada babak grand final.

Tahapan seleksi tersebut menjadi pengalaman sekaligus tantangan baru bagi Adiva, Aireni, dan Dhea (Tim AADC) selama mengikuti perlombaan. Meski begitu, mereka mampu melewati setiap tahapan hingga berhasil membawa pulang penghargaan Juara 3 dan The Best Presentation.

Lingkungan Suportif di Humas Unpad menurut Tim AADC

Menurut Tim AADC, lingkungan yang suportif di Humas Unpad menjadi salah satu faktor penting dalam proses pengembangan ide kampanye selama kompetisi berlangsung.

Mereka menilai mahasiswa dan dosen di Humas Unpad memiliki budaya saling mendukung. Hal ini terlihat dari kakak tingkat yang terbuka untuk berdiskusi dan memberikan coaching terkait lomba. Selain itu, dosen juga berusaha menyediakan fasilitas yang dibutuhkan mahasiswa selama kompetisi berlangsung.

Kating Humas tuh gak ada yang gatekeep dan terbuka banget kalau ada yang mau coaching atau diskusi. Dosen juga selalu berusaha nyediain fasilitas yang kita butuhkan. Terus sama teman-teman yang ikut lomba yang sama pun tetap saling dukung,” ujar Aireni, salah satu anggota Tim AADC Humas Unpad.Tim AADC Meraih Juara 3 dan Penghargaan The Best Presentation

Bagi mereka, keberanian untuk mencoba dan lingkungan yang saling mendukung menjadi hal penting dalam proses berkembang sebagai mahasiswa Humas. Mereka juga berharap tidak ada mahasiswa yang takut gagal karena setiap proses membutuhkan pembelajaran sebelum akhirnya mencapai kemenangan.

Zahra Maharani Putri

[email protected]

Share this: