Mahasiswa Prodi Humas Raih 2nd Honorable Mention di UIN Jogja

Tiga mahasiswa dari prodi Humas Fikom Unpad yakni tim TAKIS berhasil meraih penghargaan 2nd Honorable Mention pada perlombaan PR Campaign Sustainova (Sustainable Innovation) di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tanggal 20 Mei 2026. Tim TAKIS terdiri dari Kinanti Chandraningtyas, Talla Ayatullah dan Muhammad Faishal Akmal.

Angkat Topik Elektronik Waste Lewat Campaign Gadget For Good #LessWasteMoreGood

Pada tahun ini, Party of PR (POP) fokus pada isu lingkungan dengan mengusung tema besar: “Public Relations Strategic for Eco-Motion”. Tim TAKIS memilih memosisikan sebagai praktisi PR perusahaan Blibli karena Blibli merupakan platform e-commerce terbesar untuk membeli produk elektronik. Ditambah lagi, Blibli memiliki program terkait lingkungan untuk mengurangi sampah elektronik “Gadget For Good”. Sebuah aksi penyediaan drop box e-waste untuk mengumpulkan sampah elektronik yang tersebar di mall daerah Jakarta. 

Mereka memutuskan untuk melanjutkan campaign tersebut mulai dari pengumpulan data survei remaja di Jakarta sebagai sasaran utamanya. Tahap pertama, tim TAKIS menginisiasi social media campaign melalui kolaborasi dengan influencer lingkungan. Mereka menjalankan campaign ini dengan memanfaatkan fitur Add Yours dan tagar #LessWasteMoreGood untuk membangun awareness masyarakat. Tidak hanya itu, untuk memicu partisipasi masyarakat mereka juga membuka program volunteer bersama komunitas lingkungan. Selain itu, mereka juga bekerja sama dengan universitas melalui penyelenggaraan seminar terkait bahaya sampah elektronik kepada mahasiswa.

Satu Bulan Matangkan Strategi 

Persiapan untuk menuju perlombaan dilaksanakan selama satu bulan. Sebagai tim yang baru memulai di dunia perlombaan, tim TAKIS meminta arahan kepada teman yang lebih berpengalaman untuk membahas berbagai strategi terkait penyusunan ide. Setelah itu, tim TAKIS mulai melakukan brainstorming untuk membahas topik yang ingin mereka angkat dalam perlombaan kali ini dengan berdiskusi dan mengulik pembahasan yang bisa dikembangkan lebih jauh.

Setelah mendapatkan ide, Kinanti, Talla dan Faishal mulai mengeksekusi untuk mengembangkan topik dengan membagikan tugas ke masing-masing anggota tim agar pengerjaan menjadi lebih efisien. Tim TAKIS juga melakukan sesi coaching bersama Pak Sani selaku dosen di prodi Humas.

Enam hari setelah pengiriman proposal, tim TAKIS mendapat kabar lolos untuk maju ke babak final. Tim TAKIS merasa senang karena berhasil lolos menjadi satu dari 5 finalis, menyisihkan 10 tim universitas lainnya, mereka bekerja lebih serius dan menyiapkan materi semaksimal mungkin.

Tim TAKIS saat Awarding Party
Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi

Tahap Grand Final dan Pengumuman Juara

Menjelang hari final, mereka fokus menyusun strategi yang efektif seperti, menjadwalkan latihan presentasi secara intensif dan memprediksi pertanyaan yang akan keluar saat sesi penjurian. 

Ketika hari grand final di Yogyakarta, mereka sempat merasa kurang percaya diri setelah melihat penampilan tim lain, salah satunya dari Universitas Gadjah Mada yang berhasil memukau juri dan audiens dengan materi presentasinya yang powerfull. Akan tetapi, mereka mengatasi perasaan itu dengan saling menguatkan satu sama lain dan mempercayai persiapan yang telah dilakukan selama sebulan terakhir. 

Kerja keras tim TAKIS akhirnya membuahkan hasil, penghargaan sebagai 2nd Honorable Mention berhasil dibawa pulang. Meskipun belum mencapai target tiga besar, ketiganya tetap bahagia sekaligus bersyukur atas keberhasilan yang mereka peroleh. Tim TAKIS menyadari bahwa momen ini menjadi awal bagi mereka untuk terus berkembang dan mempersiapkan diri lebih baik di kesempatan berikutnya. 

Motivasi tim TAKIS Mengikuti Perlombaan

Bagi tim TAKIS, mengikuti sebuah ajang perlombaan merupakan pengalaman baru. Tentunya, hal ini berangkat dari motivasi mereka untuk mengaplikasikan pembelajaran yang mereka dapatkan saat di kelas secara langsung dengan dunia kehumasan. Tim TAKIS menyatakan bahwa mereka ingin menantang diri sejauh mana kemampuan yang mereka miliki dengan mengikuti kegiatan produktif melalui perlombaan. 

Pesan Untuk Mahasiswa

Salah satu anggota tim, Kinanti, memberi pesan untuk mahasiswa agar tidak perlu takut untuk mencoba hal-hal di luar zona nyaman. Menurutnya, berani  mencoba tidak perlu menunggu untuk merasa sempurna justru yang paling penting adalah memulai dan memberikan usaha terbaik. 

Ia menuturkan bahwa jangan ragu untuk meminta arahan pada teman, dosen, atau kepada orang-orang yang sudah memiliki pengalaman. Dengan kritik dan masukan dari mereka dapat menjadi sebuah proses pembelajaran. 

“Jadi, daripada terus ragu lebih baik dicoba dulu dan lakuin semaksimal mungkin karena kalau tidak pernah mencoba, kita gak akan pernah tahu sejauh mana kemampuan yang sebenarnya kita miliki.” – Kinanti Chandraningtyas, Mahasiswa prodi Humas Fikom Unpad.

Refana Zahra Arthavi – [email protected] 

Share this: