“Do It Scared”: Devira dan Semangat Bertumbuh Lewat Perlombaan

Bagi sebagian mahasiswa, mengikuti perlombaan mungkin terasa melelahkan di tengah padatnya tugas dan aktivitas perkuliahan. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Devira Aulia, mahasiswi semester 2 Program Studi Humas Universitas Padjadjaran. Baginya, kompetisi justru menjadi ruang untuk bertumbuh dan menemukan hal yang membuatnya bersemangat.

Sejak kecil, Devira sudah akrab dengan dunia perlombaan. Pengalaman mengikuti lomba calistung, MTQ, hingga pildacil menjadi awal yang membentuk keberanian dan rasa percaya dirinya. Seiring bertambahnya usia, ketertarikannya terhadap dunia kompetisi semakin berkembang.

Menjadikan Perlombaan sebagai Passion dan Ruang Berkembang

Memasuki masa SMP hingga kuliah, Devira mulai menemukan passion-nya di bidang perlombaan berbasis performa. Ia aktif mengikuti berbagai kompetisi yang berkaitan dengan public speaking, mendongeng, pidato, hingga content creating.

Bagi Devira, mengikuti perlombaan menghadirkan rasa antusias sekaligus pengalaman yang membuat dirinya terus berkembang.

“Aku merasa mengikuti perlombaan itu jadi bagian dari hal yang membuatku hidup,” ungkapnya.

Konsistensinya dalam dunia kompetisi membawanya meraih berbagai prestasi. Ia berhasil menjadi Brand Ambassador Produktifkuy 2026, Juara Favorit 3 West Java Youth Digital Competition 2025, Top 5 English Speech Competition The VoiceFest 2026 by Penerbit Erlangga, serta Juara 2 Radio Announcer Competition di Comminfest 2026 bersama tim INFORA.

Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah ketika berhasil masuk Top 5 English Speech Competition The VoiceFest. Pengalaman tersebut semakin meyakinkan Devira bahwa public speaking merupakan bidang yang ingin terus ia tekuni. Keberhasilan tersebut juga membuatnya semakin percaya diri untuk mencoba berbagai perlombaan lainnya.

Tantangan, Kegagalan, dan Proses untuk Tetap Bertahan

Di balik berbagai pencapaian yang diraih, perjalanan Devira tidak selalu berjalan mulus. Tantangan terbesar yang paling sering ia hadapi adalah membagi waktu dan menentukan prioritas di tengah kesibukan kuliah serta kegiatan lainnya.

Persiapan lomba individu juga kerap menjadi tantangan tersendiri. Untuk perlombaan berbasis video, ia biasanya mengerjakan semuanya sendiri, mulai dari mencari konsep, merekam menggunakan ponsel, hingga mengedit video secara mandiri.

Meski begitu, Devira percaya bahwa setiap kesulitan dapat dilewati selama dijalani dengan sungguh-sungguh.

Kegagalan pun bukan hal yang asing baginya. Namun, seiring waktu, ia belajar untuk lebih ikhlas dan tidak menjadikan kekalahan sebagai akhir dari segalanya. Dukungan keluarga, terutama sang ibu, menjadi alasan yang membuatnya mampu bangkit setiap kali merasa kecewa.

“Mamah selalu bilang gapapa, nggak harus selalu kita yang jadi juara,” katanya.

Menurut Devira, mahasiswa yang ingin aktif mengikuti perlombaan tidak harus menunggu dirinya menjadi sempurna. Yang terpenting adalah memiliki manajemen waktu yang baik, komitmen, dan keberanian untuk mencoba.

“Do It Scared”

Devira meraih juara 2 Radio Announcer Competition di Comminfest 2026 bersama tim INFORA

bersama tim INFORA menjadi salah satu bukti bahwa keberanian untuk mencoba dapat membawa seseorang pada banyak kesempatan.

Di akhir wawancara, Devira membagikan pesan sederhana yang selalu ia pegang.

“Do it scared.”

Devira menyadari bahwa rasa takut merupakan hal yang wajar. Namun, ia tidak membiarkan ketakutan tersebut menghentikan dirinya untuk berkembang. Baginya, masa muda adalah waktu terbaik untuk mencoba banyak hal, mencari pengalaman, dan mengenali potensi diri.

“Belaga gila aja, tabrakin aja, mumpung memang momennya,” ujarnya.

Devira meyakini bahwa selama seseorang mengikuti perlombaan dengan tujuan belajar dan berkembang, ia akan selalu menjadi pemenang bagi dirinya sendiri

Pratama Shidiq Albarokah

210310250038

Share this: