Dari Pertamina ke Paragon, Perjalanan Internship Sabrina Yasmin

Shabrina Yasmin, mahasiswa Humas Fikom Unpad  angkatan 2022, menjadi salah satu sosok inspiratif yang berhasil membangun perjalanan karier sejak masa kuliah. Shabrina berhasil melalui berbagai pengalaman organisasi hingga internship di perusahaan besar seperti Pertamina Hulu Rokan, ParagonCorp, dan Mondelez. Saat ini, perjalanan internship Shabrina menjadi perhatian banyak mahasiswa karena mampu menyeimbangkan akademik, organisasi, dan pengalaman profesional sejak dini.

Perjalanan internship ia mulai dari proses mengenal dunia Humas terlebih dahulu. Setiap semester yang ia jalani memiliki fokus yang berbeda. Menurut Shabrina, proses berkembang selama kuliah ia mulai dari memahami dan mengeksplorasi potensi yang ia miliki.

“Untuk merangkum itu semua alurnya adalah berkenalan dengan dunia humasnya terlebih dahulu, terus eksplor tentang potensi diri. Apakah lebih nyaman berkarier atau melakukan kegiatan seperti apa, di lingkup mana, habis itu baru deh implementasinya di dunia kerja,” ujarnya.

Perjalanan Internship 

Ketertarikan Shabrina untuk megikuti internship di perusahaan besar mulai muncul pada semester lima ketika ia mengikuti program MSIB (Magang dan Studi Independen Bersertifikat). Saat itu, ia mendapatkan kesempatan magang di startup pendidikan dibimbing.id. Meski bukan perusahaan besar, pengalaman tersebut menjadi langkah pertama bagi Shabrina untuk mengenal dunia korporat.

Setelah menyelesaikan internship di dibimbing.id, Shabrina melanjutkan job training di Pertamina Hulu Rokan pada Juli hingga Oktober 2025. Shabrina terlibat dalam proses penerbitan buku Melayu Lestari, yaitu buku kolaborasi antara Pertamina Hulu Rokan dan Pemerintah Provinsi Riau. Di sana ia terlibat dalam proses proofreading hingga social media campaign rilis buku tersebut. 

Tidak lama setelah menyelesaikan internship di Pertamina, Shabrina kembali mendapatkan kesempatan untuk bergabung dengan ParagonCorp. Ketertarikannya terhadap Paragon muncul karena ia sudah familiar dengan produk-produk perusahaan tersebut sejak lama. Selain itu, ia juga melihat banyak senior yang berhasil berkembang dan berkarya di Paragon. Hal tersebut membuat Shabrina semakin termotivasi untuk mencoba kesempatan internship di perusahaan tersebut.

Shabrina saat menjalani internship di ParagonCorp (Dok. pribadi)

“Memang dari awal sudah banyak kenal sama produknya Paragon. Ada beberapa kating yang juga berkarya dan melaksanakan campaign di Paragon. Akhirnya aku tertarik dan keterimanya di bagian komersial,” ujarnya. 

Salah satu pengalaman paling berkesan bagi Shabrina adalah ketika ia terlibat langsung dalam event activation Jakarta X Beauty 2025 dan menangani brand Tavi bersama tim dari Paragon. Dalam event tersebut, ia membantu mengatur promosi, mendukung kebutuhan booth, hingga terlibat dalam berbagai aktivitas campaign. Dalam event tersebut, Shabrina dan tim berhasil memenangkan penghargaan Best Lip Tint pada acara Jakarta X Beauty 2025.

Selain Paragon, pengalaman menarik juga ia rasakan ketika menjalani internship di Mondelez. Berbeda dengan pengalaman sebelumnya, Mondelez memberikan kesempatan bagi dirinya untuk memahami lingkungan multinational company dan bekerja bersama tim global.

“Sekarang aku dikasih kesempatan untuk melaksanakan campaign dari tim global. Jadi waktu meeting tuh kita bareng tim Oreo dari Thailand, Myanmar, dan Singapura,” ujarnya.

Rahasia untuk Lolos Internship

Shabrina menyebut adaptability sebagai kemampuan utama yang paling membantu ia lolos internship di berbagai perusahaan. Selama menjalani internship, Shabrina telah mencoba berbagai jenis pekerjaan. Meski begitu, ia merasa ilmu Humas tetap relevan dan dapat ia terapkan di berbagai bidang yang ia jalani.

“Menurut aku yang paling penting tuh adaptability sih. Role yang aku jalani bermacam-macam, tapi framework PR itu sebenarnya bisa aku terapkan di mana aja,” jelasnya.

Selain adaptability, pelajaran terbesar yang didapatkan Shabrina selama internship adalah pentingnya stress management. Ia menjelaskan bahwa setiap kali memasuki lingkungan kerja baru, ia harus kembali belajar beradaptasi dengan budaya perusahaan yang berbeda. Situasi tersebut sering kali memunculkan tekanan dan rasa stres, terutama ketika harus membagi waktu dengan tanggung jawab akademik.

“Setiap kali aku mencoba intern baru, pasti aku harus belajar dan adapt ke role baru, perusahaan baru, gaya komunikasi yang baru. Apalagi kan sekarang aku masih ada skripsian gitu,  jadi harus tanggung jawab juga. Gimana caranya mengelola itu? Menurut aku agak berat, tapi bisa kita kelola kalau dengan stress management yang bagus,” jelasnya. 

Perjalanan Shabrina menjadi bukti bahwa mahasiswa memiliki peluang besar untuk berkembang sejak masa kuliah. Semua proses tersebut menunjukkan bahwa konsistensi dan keberanian mencoba menjadi hal penting dalam membangun perjalanan karier Shabrina. 

Hilma Nurul Adzkia

[email protected]

Share this: