Media Informasi Kesehatan Reproduksi Bagi Remaja Disabilitas Tunagrahita di Jawa Barat

Sudah selayaknya kelompok disabilitas diberikan ruang kesetaraan dalam mendapatkan berbagai layanan
publik secara optimal, baik kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan. Dalam hal pendidikan khususnya,
kelompok disabilitas memperoleh jenjang pendidikan pada jalur sekolah luar biasa (SLB) yang terpisah dari pendidikan formal biasa. Kondisi kelompok disabilitas seringkali dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk dieksploitasi menjadi objek kriminalisasi, seperti tindak penipuan dan tindak kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan mendapatkan hasil pelaksanaan komunikasi pendidikan berbasis kesehatan reproduksi
bagi kelompok disabilitas (tunagrahita) dalam upaya meminimalisir tindak kekerasan seksual bagi remaja
tunagrahita di Jawa Barat melalui media komunikasi komik yang dapat diterapkan secara bertahap dan
berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif dengan jenis studi
deskriptif dan teknik pengumpulan data melalui penyebaran angket, observasi, dan studi literatur. Responden
penelitian ini melibatkan tokoh pendidikan bidang disabilitas dan orang tua siswa disabilitas di wilayah Jawa
Barat. Hasil penelitian menunjukkan media komunikasi berupa komik yang dijadikan panduan bagi guru
dan orang tua yang memiliki anak disabilitas tunagrahita dapat dipahami karena mengandung informasi
mengenai langkah-langkah mengantisipasi penyalahgunaan seksual pada anak-anak disabilitas melalui isi
cerita yang warna-warni dan bergambar. Media komik merupakan sarana yang cukup baik sebagai metode
penyampaian pesan mengenai kesehatan reproduksi khususnya dalam dunia pendidikan insklusif. Media
komunikasi selain komik yang terdapat di kalangan para orang tua dan sekolah sebaiknya perlu ditingkatkan
dari sisi kualitas penyampaian informasi yang berupa media audio visual dalam bentuk film.

Kata kunci: Disabilitas, komik, media, infomasi, kesehatan reproduksi

Share this: