Mahasiswa Prodi Humas Unpad berhasil mengharumkan nama kampus di ajang kompetisi PR Campaign bergengsi tingkat nasional. Tim SUNNY, yang terdiri dari Fredi Rivaldi, Chalyta Asha Taviana, dan Kezia Caroline Abigail Panggabean, meraih Juara 2 dalam lomba The PRime pada Comminfest 2026, kompetisi kehumasan yang diselenggarakan oleh PR Community Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Pencapaian ini bukan datang begitu saja. Di balik trofi yang mereka bawa pulang, tersimpan perjalanan tiga bulan penuh dedikasi, kerja keras, dan konsistensi untuk saling menguatkan satu sama lain.
Angkat Isu KDRT Lewat Campaign #ojoSAMPEtatu
Dalam The PRime Comminfest 2026, setiap peserta ditantang menyusun proposal PR Campaign yang berfokus pada isu sosial. Tahun ini, kompetisi mengusung tema besar “DHARMAKUSUMA: The Foundation of Justice in the Powerful Generation” sebagai landasan filosofis bagi para peserta dalam merancang kampanye yang etis, kritis, dan berdampak nyata.
Tim SUNNY tampil membawa campaign bertajuk #ojoSAMPEtatu dengan mengambil sudut pandang Savy Amira Women’s Crisis Centre, sebuah NGO yang mendampingi korban kekerasan terhadap perempuan di Jawa Timur. Isu yang mereka angkat adalah reviktimisasi sosial terhadap korban KDRT, fenomena di mana korban justru disalahkan atau diminta bertahan oleh lingkungan sekitarnya sehingga memilih diam dan enggan melapor.
Strategi campaign mereka berjalan dalam dua tahap. Tahap pertama berfokus pada edukasi publik melalui media kampanye, panduan respons komunitas, hotline berbasis QR code, serta aksi publik berupa Women’s March #ojoSAMPEtatu. Tahap kedua mendorong keterlibatan masyarakat melalui kolaborasi dengan komunitas masjid, kampus, hingga pondok pesantren.
Angkat Isu KDRT Lewat Campaign #ojoSAMPEtatu
Tim SUNNY memulai persiapan sejak Februari 2026 dan menjalani proses selama tiga bulan penuh hingga babak final. Selain menyusun proposal, mereka juga mempersiapkan presentasi, pitching, serta sesi debat sebagai bagian dari penilaian akhir.
Tantangan terbesar datang sejak awal. Reviktimisasi sosial terhadap korban KDRT adalah isu yang sensitif sekaligus kompleks, dan Tim SUNNY menyadari bahwa kampanye ini tidak bisa dirancang tanpa pemahaman yang mendalam. Mereka tidak bisa sekadar membaca permukaannya saja.
Untuk itu, Tim SUNNY mendalami isu ini secara serius melalui literature review, riset data, dan sesi brainstorm yang intens bersama dosen pembimbing mereka, yakni Pak Sani. Proses ini memastikan bahwa setiap keputusan dalam kampanye mereka berangkat dari pemahaman yang kuat dan benar-benar berpihak pada korban.
Momen paling berkesan hadir saat babak final pada sesi debat. Tim SUNNY mendapat giliran pertama tanpa tahu ekspektasi apa yang menanti. Di tengah tekanan dan tuntutan berpikir cepat, mereka saling menguatkan dan bergantian menyampaikan argumen dari kacamata public relations dengan mengandalkan pemahaman dan etika PR yang menjadi keseharian mereka di bangku kuliah.
Bukan Kali Pertama Berprestasi
Comminfest 2026 bukan panggung pertama bagi Tim SUNNY. Sebelumnya, mereka meraih Juara 2 kompetisi Strategic Film Launch Campaign di Pekan Komunikasi 2025 yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia. Pengalaman itu mengajarkan mereka tentang dinamika kerja tim dan membangun rasa percaya yang menjadi fondasi kuat di Comminfest 2026.

Keunggulan tim ini juga terlihat dari cara mereka memandang setiap persoalan. Alih-alih terjebak pada pendekatan yang terlalu isu-sentris, mereka konsisten mengedepankan PR mindset dalam setiap argumen dan keputusan strategis. Etika dan teori PR yang mereka pelajari di perkuliahan menjadi kompas yang memandu mereka sepanjang kompetisi.
Di Balik Nama SUNNY
Nama Tim SUNNY bukan sekadar nama yang terdengar ceria. Kata “Sunny” merepresentasikan karakter ketiga anggotanya yang energik dan penuh semangat, sekaligus menjadi simbol harapan agar mereka terus bersinar dalam setiap langkah yang mereka tuju.
Di balik itu, nama Sunny juga terinspirasi dari sosok dosen pembimbing mereka, Pak Anwar Sani, yang selalu setia mendampingi tim ini dari satu lomba ke lomba berikutnya.
Tim ini terbentuk ketika Fredi mengajak Kezia untuk mengikuti kompetisi PR Campaign. Setelah menemukan kecocokan visi dan cara kerja, mereka mengajak Asha untuk melengkapi tim. Dari pertemuan penuh pertimbangan itulah Tim SUNNY lahir.
Reaksi Saat Pengumuman
Saat nama Tim SUNNY diumumkan sebagai Juara 2, ketiga anggotanya mengaku tidak menyangka. Rasa senang, lega, dan tidak percaya bercampur menjadi satu di momen yang tidak akan mereka lupakan itu.

Pesan untuk Mahasiswa yang Masih Ragu Berkompetisi
Di balik semua pencapaian ini, Tim SUNNY menitipkan satu pesan untuk mahasiswa yang masih ragu melangkah ke arena kompetisi.
“Do it scared. Kompetisi memang ada kalah dan menang, tapi itu bukan satu-satunya poin. Lebih baik kalah setelah melakukan yang terbaik daripada tidak pernah mencoba memberi yang terbaik itu sama sekali.”
Keberanian untuk memulai meski diiringi rasa takut adalah langkah pertama menuju pencapaian yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Setidaknya itulah yang mereka yakini, dan Tim SUNNY berhasil membuktikannya.
Penulis: Devira Aulia
Email: [email protected]