Raih Best Independent Adjudicator di ALSA UI 2026, Kelvin Bagikan Pengalaman dan Tips Debat Bahasa Inggris

Kompetisi debat bahasa Inggris merupakan salah satu wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, menyusun argumen, dan memahami berbagai perspektif. Dalam ajang ALSA UI 2026, Kelvin, mahasiswa prodi Humas Unpad angkatan 2025, berhasil meraih penghargaan Best Independent Adjudicator melalui kemampuannya sebagai juri debat (adjudicator).

ALSA UI 2026 menjadi salah satu ajang debat bahasa Inggris yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai universitas dengan kemampuan argumentasi dan analisis yang beragam. Kompetisi ini tidak hanya menguji kemampuan peserta, tetapi juga menantang juri untuk memberikan penilaian yang objektif dan tepat.

Tangkapan layar pengumuman Best Independent Adjudicator ALSA UI 2026

Bagi Kelvin, pencapaian tersebut menjadi hasil dari proses panjang dalam mengembangkan kemampuannya di dunia debat. Ia tidak hanya belajar sebagai peserta, tetapi juga memahami bagaimana sebuah debat dinilai dari perspektif juri.

Proses di Balik Penghargaan Best Independent Adjudicator

Ketertarikan Kelvin terhadap debat sudah dimulai sejak SMA. Ia awalnya mengikuti ekstrakurikuler debat setelah diajak oleh guru Bahasa Inggrisnya.

Meski sempat merasa kurang cocok dengan debat, Kelvin tetap bertahan karena dukungan dari teman-temannya. Dari sana, ia mulai tertarik mendalami dunia debat dan mencoba peran sebagai juri. 

Perjalanannya sebagai juri debat juga tidak langsung berjalan mulus. Kelvin pernah mencoba menjadi independent adjudicator, tetapi belum berhasil mendapatkan akreditasi. Namun, Ia tetap konsisten dan gigih untuk meningkatkan kemampuannya.

Melalui pengalamannya di UKM ESU Unpad membantu Kelvin memahami debat bahasa Inggris secara lebih mendalam. Kelvin belajar bagaimana menilai penyampaian, struktur argumen, dan relevansi setiap poin dalam debat melalui berbagai latihan, evaluasi, dan kompetisi hingga akhirnya berhasil meraih penghargaan Best Independent Adjudicator.

Strategi Menghadapi Kompetisi Debat Bahasa Inggris

Menurut Kelvin, persiapan menghadapi kompetisi debat bahasa Inggris tidak hanya tentang kemampuan berbicara. Peserta juga perlu memiliki wawasan luas agar dapat memahami berbagai topik yang muncul dalam debat.

Kelvin menyarankan mahasiswa untuk membiasakan diri mengonsumsi berbagai media dalam bahasa Inggris. Mulai dari membaca artikel, jurnal, berita, hingga menonton film berbahasa Inggris dapat membantu meningkatkan kemampuan bahasa dan pemahaman terhadap isu global.

“Tipsnya kamu coba belajar hal-hal itu, tapi dalam bahasa Inggris. Sesimpel kamu nonton film bahasa Inggris itu sudah mulai, itu membantu kamu membiasakan diri dengan hal-hal tersebut,” ujar Kelvin.

Menurutnya, debat parlementer membutuhkan kemampuan literasi dan pengetahuan umum yang kuat. Karena itu, mempelajari berbagai bidang seperti psikologi, filosofi, dan sejarah dalam bahasa Inggris dapat membantu peserta membangun argumen yang lebih baik.

Pentingnya Memahami Perspektif Debat

Selain wawasan luas dan kemampuan bahasa Inggris, Kelvin juga menilai peserta debat perlu memahami cara menyusun argumen dan melihat sebuah isu dari berbagai sudut pandang. Debat bukan hanya tentang menyampaikan pendapat, tetapi juga bagaimana peserta dapat memberikan alasan yang kuat dan menjawab argumen lawan.

Pengalamannya di dunia debat membuat Kelvin memahami bahwa peserta perlu memiliki kemampuan berpikir cepat dan menyampaikan ide secara efektif. Hal tersebut penting karena dalam kompetisi debat, peserta harus mampu merespons berbagai argumen dalam waktu yang terbatas.

“Yang paling aku pelajari dari debat adalah cara berpikir cepat, out of the box, dan bagaimana menyampaikan ide tersebut ke hal yang mudah dimengerti orang lain,” ujar Kelvin.

Dari pengalaman sebagai peserta maupun juri debat, Kelvin melihat bahwa kemampuan komunikasi dan cara menyusun sebuah ide menjadi argumen yang terstruktur menjadi faktor penting dalam sebuah kompetisi debat.

Dokumentasi Kelvin saat menjadi Ketua Juri di RICE DC 2026

Evaluasi Menjadi Titik Krusial

Bagi Kelvin, dunia debat bukan hanya tentang memenangkan kompetisi, tetapi juga tentang proses mengembangkan kemampuan berpikir dan berkomunikasi. Setiap pengalaman yang didapat dari latihan maupun kompetisi menjadi kesempatan untuk terus belajar.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa yang ingin mencoba kompetisi debat bahasa Inggris perlu berani memulai dan tidak mudah menyerah. Kemampuan debat akan semakin berkembang ketika seseorang terbiasa berlatih, menerima evaluasi, dan menghadapi berbagai pengalaman baru.

“Awalnya memang akan terasa sulit, tapi akan menjadi lebih baik kalau kalian terus berusaha,”

Hanifah Dhia Alifiana

[email protected] 

Share this: