Komunikasi Fiesta 2025: Tim MAGENTA Raih Juara 2

Perjalanan panjang selama setahun akhirnya membuahkan hasil gemilang bagi Yulius Tata Handika dan Gea Aulia, mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Mereka tergabung dalam tim MAGENTA dan berhasil meraih Juara 2 dalam ajang bergengsi Komunikasi Fiesta 2025 yang diadakan oleh Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya pada 17 Mei 2025.

Komunikasi Fiesta dikenal sebagai salah satu kompetisi tahunan bergengsi di bidang ilmu komunikasi. Dengan peserta dari berbagai universitas ternama, ajang ini menjadi tempat mahasiswa menyalurkan ide dan kreativitas mereka dalam bentuk presentasi strategis yang relevan dengan isu terkini.

Perencanaan Matang Sejak Awal

Tata mengungkapkan bahwa keikutsertaan dalam lomba ini sudah direncanakan jauh-jauh hari bersama Gea. “Dari tahun lalu kami sudah ingin ikut, karena ini sudah jadi tradisi di Fikom,” ujarnya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya perencanaan jangka panjang dalam meraih keberhasilan.

Mengangkat Tema: “Is It AI Truly Controversial?”

Ketika panitia mengumumkan tema utama mengenai Artificial Intelligence (AI), tim MAGENTA memilih topik unik bertajuk “Is It AI Truly Controversial?”. Mereka ingin membedah kontroversi AI dari sudut pandang yang lebih kritis, mengajak audiens memahami bahwa kontroversi seputar AI tak selalu berdampak negatif. Pendekatan ini membuat mereka tampil menonjol di antara para peserta lain.

Tantangan: Multitasking dan Manajemen Waktu

Salah satu tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah manajemen waktu. Di minggu yang sama, Tata harus menghadiri dua kompetisi final sekaligus. Mereka juga tetap harus menyelesaikan tugas kuliah, bahkan hingga mengerjakannya di kereta, mobil, hingga hotel. Multitasking menjadi kunci keberhasilan mereka melewati fase ini.

Mahasiswa Prodi Humas Juara di Komunikasi Fiesta 2025

Belajar Mengolah Data Jadi Narasi Kuat

Salah satu pelajaran penting yang didapat selama persiapan adalah mengolah data mentah menjadi narasi yang efektif. Tata menuturkan bahwa mereka belajar menyusun skrip podcast berdasarkan data yang dikumpulkan sendiri, sebuah tantangan yang mendorong kemampuan riset dan storytelling mereka.

Momen Kemenangan yang Tak Terlupakan

Saat pengumuman juara, Tata dan Gea mengaku tak langsung merasakan euforia. Namun setelahnya, rasa bangga dan bahagia menyeruak, mengingat perjuangan panjang yang telah mereka lalui. Kemenangan ini menjadi validasi bahwa konsistensi dan kerja keras membuahkan hasil yang luar biasa.

Tata dan Gea berharap pengalaman mereka bisa menginspirasi mahasiswa lain untuk mengikuti lomba serupa. Mereka meyakini bahwa partisipasi dalam kompetisi mampu memperluas wawasan praktis dan memperkuat pemahaman ilmu komunikasi yang dipelajari di bangku kuliah.

Penulis: Kayla Nadhisarah Senopati
[email protected]

Share this: