CERITA MAS GILANG: DINAMIKA HIMA HUMAS DI MASA PANDEMI

Di awal tahun 2020, sejumlah pengurus Himpunan Mahasiswa (HIMA) dilantik secara resmi oleh Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadajaran Dr. Dadang Rahmat Hidayat, S.Sos., S.H., M.Si. Gilang Dwi Prasetiyo, biasa dikenal dengan Gilang atau Masgil, terpilih untuk memimpin HIMA HUMAS Kabinet Nareswara tahun 2020. Pada bulan ke 3 (tiga) kepengurusan Nareswara, Pandemi akibat Virus Corona melanda Indonesia dan hampir di seluruh dunia. Hal ini berdampak tidak hanya pada kegiatan belajar mengajar tapi juga kegiatan kemahasiswaan.

“Rasanya seperti mengendarai sebuah rollercoaster, penuh dengan suka dan duka,” ujar Gilang saat ditanya bagaimana perasaannya saat memimpin Hima Humas di Era Pandemi. Gilang menceritakan petualangan di awal 2020 dimulai dengan rasa semangat dan gembira karna dirasa bahwa ini adalah tahun yang ditunggu-tunggu, namun, hal itu sempat goyah akibat munculnya Covid-19. Beragam rencana yang telah diusung cabinet Nareswara, harus dirombak, karena acara yang pada awalnya direncanakan dilakukan secara tatap muka kini harus dijalankan secara online/virtual.

Kondisi motivasi dan moral para anggota pengurus himpunan terus menurun, Gilang, melakukan aksi sigap melalui komunikasi dan perencanaan dengan adanya krisis yang sedang terjadi. Gilang memimpin jalannya perencanaan ulang serta research kepada publik yang relevan untuk Hima Humas demi menstabilkan kembali kondisi organisasi. Kuncinya adalah komunikasi ke eksternal dan internal.

Dokumentasi Pribadi Gilang Dwi Prasetiyo

Gilang dan pengurus Kabinet Nareswara melakukan upaya yang terbaik dalam waktu singkat, memprioritaskan rasa kekeluargaan dan kasih sayang antar anggota, menyentuh hati keluarga Hima Humas. Harapannya, agar dapat menumbuhkan kembali senyum, cinta, dan semangat berorganisasi untuk seluruh anggota keluarga Hima Humas.

Kedewasaan Gilang saat mengatasi krisis yang dialami Hima Humas di masa pandemi, didapatnya dari berbagai pengalaman organisasi didalam maupun diluar kampus. Sejak berkuliah di Program Studi Hubungan Masyarakat tahun 2017, Gilang, sudah memiliki beberapa pengalaman magang di dunia kerja dan berorganisasi. Pengalaman internship yang berkesan diantaranya adalah sebagai Business Operations Intern di Tokopedia, Business Development Intern di Shopee, dan Account Executive Intern di VMLY&R. Pengalaman organisasi Gilang diantaranya seperti menjadi Vice Project Officer pada PEF 2019, Project Officer PRO 2019, TEDxUnpad, BEM Fikom Unpad, KMF, AYIC. Diluar kampus Gilang juga aktif dalm berbagai acara seperti Java Jazz Festival, Musikal Petualangan Sherina, NCSOD, Bangun Citra, dan Kawan Bhinneka.

Dokumentasi Pribadi Gilang Dwi Prasetiyo

Selain aktif berorganisasi Mas Gilang juga telah meraih beberapa penghargaan dalam kompetisi maupun beasiswa. Bersama Aulia Fathy (Humas 2017) dan Amira Negoro (Mankom 2017) meraih Juara 3 pada Branding Competition, BRexplor x Blue Band, diselenggarakan oleh Universitas Prasetiya Mulya yang berkolaborasi dengan Upfield. Dengan tim yang sama Gilang, meraih Juara 2 pada PR Campaign Competition, PRvention on PRspective 3.0, yang diselenggarakan oleh Hima Humas Fikom Unpad. Gilang juga meraih Beasiswa Unggulan dari Bank Indonesia, selama 4 semester.

Melalui pengalamannya dalam berorganisasi dan berkompetisi, Gilang percaya, bahwa kabinet Nareswara mampu menjadi kabinet prototype dalam menjalankan berbagai rencana ‘gila’ agar keberlanjutan kabinet setelahnya mengetahui evaluasi dari sebelumnya dan opsi rencana terbaik dalam menjalankan sebuah acara ditengah krisis. Petualangan ini membawa Gilang mempelajari dan menemukan bahwa terdapat 5 (lima) aspek yang perlu menjadi fokus dalam memimpin sebuah organisasi di era pandemi: (1) Pemberdayaan jaringan tim dalam pengorganisasian untuk menanggapi krisis, (2) Menerapkan nilai ‘ketenangan yang disengaja’ dan ‘kepercayaan diri yang didampingi kesadaran akan realita’, (3) Membuat keputusan ditengah ketidakpastian: berhenti sejenak untuk menilai dan mengantisipasi, lalu bertindak, (4) Mendemonstrasikan empati: Menangani tragedi kemanusiaan sebagai prioritas pertama, (5) Berkomunikasi secara efektif: mempertahankan tranparansi dan berikan permbaruan secara berkala.[1]

Usaha Gilang dan jajarannya dalam Kabinet Nareswara tidak mengkhianati hasil. Pada tahun yang sama dengan pembagian 2 (dua) periode antara kepempinan Gilang 6 bulan pertama dan Yunadian 6 bulan kedua, Hima Humas mendapatkan prestasi yang memuaskan. Hima Humas memenangkan (1) Most Innovative Social Media HIMA di Unpad Awards, (2) Masuk kedalam 5 Besar Nominasi Most Educative HIMA in Academic Performance di Unpad Awards, (3) Best Social Media HIMA di Fikom Awards, (4) Most Outstanding HIMA in Academic Performance di Fikom Awards, (5) Best Overall HIMA di Fikom Awards. Menurut Gilang hal ini dapat dicapai tentunya berkat kerja keras dari seluruh pengurus Kabinet Nareswara serta Kabinet Agnimaya dan anggota keluarga Hima Humas itu sendiri. Apa yang dibutuhkan para pemimpin selama krisis bukanlah rencana respons yang telah ditentukan sebelumnya, tetapi perilaku dan pola pikir yang akan mencegah mereka bereaksi berlebihan terhadap perkembangan kemarin dan membantu mereka melihat ke depan.

Pengurus Hima Humas Kabinet Nareswara

[1] https://www.mckinsey.com/business-functions/people-and-organizational-performance/our-insights/leadership-in-a-crisis-responding-to-the-coronavirus-outbreak-and-future-challenges

Share this: