PEMBERDAYAAN PRANATA SOSIAL MELALUI
KOMUNIKASI LINGKUNGAN: MENAKAR PELIBATAN PERAN
PEREMPUAN DALAM MITIGASI BANJIR CITARUM

Pencemaran dan pendangkalan sungai Citarum saat ini sangat memprihatinkan. Hal ini disebabkan
oleh perambahan hutan di hulu sungai, alih fungsi lahan, limbah rumah tangga, peternakan, industri,
perkantoran, dan sebagainya, sehingga ketika musim hujan menyebabkan banjir. Selain itu, kondisi
ini mengakibatkan kualitas air menjadi tidak layak untuk dimanfaatkan, baik untuk air minum,
cuci, mandi, pengairan untuk keperluan pertanian dan sebagainya. Penggiat lingkungan berupaya
untuk memulihkan kondisi DAS Citarum hulu dengan membangun kesadaran agar masyarakat
mau mengubah sikap dan perilakunya. Salah satunya dengan tidak membuang sampah ke sungai.
Masyarakat yang dipilih untuk diberdayakan oleh penggiat lingkungan adalah mereka yang tergabung dalam pranata sosial yang melibatkan perempuan di wilayah Citarum Hulu. Oleh karena itu, tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui; jenis pranata, alasan pemanfaatan pranata, dan peran komunikasi penggiat lingkungan dalam pranata sosial yang melibatkan peran perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk menggambarkan berbagai realitas yang berkaitan
dengan aktivitas komunikasi lingkungan dalam menanggulangi bencana banjir di wilayah DAS Citarum Hulu. Hasil penelitian menunjukan di wilayah tersebut terdapat empat jenis pranata, yaitu pranata yang berkaitan dengan aktivitas keagamaan meliputi Majelis Ta’lim; pranata yang terkait aktivitas perekonomian adalah kelompok arisan; pranata yang berkaitan dengan aktivitas sosial adalah PKK; dan pranata yang terlibat dalam aktivitas pertanian adalah gabungan kelompok tani (Gapoktan). Alasan penggiat lingkungan memanfaatkan pranata sosial yang melibatkan perempuan adalah sebagai jalan
masuk (akses) untuk melaksanakan program penanggulangan bencana banjir, sudah kenal, mudah diajak kerjasama, dan memperluas jaringan. Peran penggiat lingkungan di dalam pranata tersebut adalah sebagai komunikator dan fasilitator dalam mendiseminasikan informasi serta pelatihan pemanfaatan limbah kepada para nggota pranata tersebut.

Kata kunci: Bencana banjir, DAS Citarum Hulu, Komunikasi lingkungan, Penggiat lingkungan, Pranata sosial;

Share this: