Permasalahan adanya ketimpangan antara kemampuan penyandang disabilitas dengan kebutuhan penyedia kerja, melatarbelakangi LSM Saujana membuat program pemberdayaan dengan prinsip twin track approach atau pendekatan dua arah yakni penyandang disabilitas dan penyedia kerja. Hal tersebut sejalan dengan fungsi advokasi public relations dimana pelaksanaan kegiatan organisasi bertujuan untuk membangun pemahaman dan kesadaran sehingga dapat memperoleh dukungan dari kedua belah pihak. Berdasarkan latar belakang terserbut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui advokasi public relations dalam program pemberdayaan penyandang disabilitas. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Tenik analisis data menggunakan flow analysis model. Hasil penelitian menjelaskan implementasi prinsip twin track approach pada seluruh langkah advokasi pada program pemberdayaan yang terdiri dari: Pertama, menetapkan tujuan program pemberdayaan. Kedua, analisis target sasaran yang didapatkan melalui diskusi dengan kedua pihak sehingga menghasilkan design program dan session plan. Ketiga, merangkai pesan utama yakni pesan inklusi. Keempat, pelaksanaan program pemberdayaan yang melibatkan seluruh pihak yang dapat memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas dan penyedia kerja. Sehingga melalui prinsip twin track approach tujuan dari program pemberdayaan dapat tercapai.
Kata kunci: advokasi, public relations, pemberdayaan,penyandang disabilitas