Siapa sangka, mahasiswa yang awalnya sempat ragu dengan jurusannya kini sukses menjadi Ketua Prodi. Sosok tersebut adalah Heri Hendrawan, alumni Prodi Humas FIKOM Unpad 2001 yang menjadi topik kilas balik alumni Humas kali ini. Setelah menyelesaikan studinya, pada tahun 2009 Heri memulai langkah pertamanya sebagai dosen pengganti selama satu semester di Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanegara. Meskipun tidak sesuai ekspektasi awal, Heri menikmati proses bertukar ilmu dengan mahasiswa. Kini, Heri memegang jabatan sebagai Ketua Prodi Teknologi Informasi di Universitas Garut. Yuk, simak lebih lanjut kisah Heri dalam menyusun perjalanan kariernya.
Tidak Sesuai Rencana namun Usaha Tetap Ada
Heri, lulusan jurusan IPA di SMA BPI Bandung, mengakui bahwa awalnya ia sempat merasa salah jurusan ketika masuk Hubungan Masyarakat. Selain itu, keharusannya untuk bolak-balik dari Bandung setiap hari menjadi tantangan tersendiri dalam menjalani kuliah. Meski begitu, ia tetap mempertahankan dan melanjutkan studinya di Hubungan Masyarakat Unpad, walaupun tidak tergolong mahasiswa yang sangat aktif.
Ketika mengenang masa kuliah, Heri berkata,
“Nama dosen yang paling saya ingat, Almarhum Elvinaro Ardianto. Beliau lebih banyak mengajar mata kuliah Kehumasan. Namun, untuk dosen yang masih ada, menurut saya yang cara mengajarnya paling enak—kuliahnya terasa santai tapi berbobot—adalah Prof. Deddy Mulyana. Saya penggemar beliau.”
Setelah menyelesaikan studi D3 Hubungan Masyarakat pada 2005, Heri memutuskan untuk lebih serius menekuni bidang komunikasi. Pada tahun 2007, ia resmi menjadi mahasiswa S2 Ilmu Komunikasi Unpad. Menariknya, menjadi dosen tidak pernah terpikirkan olehnya. Ia menjelaskan,
“Saya tidak pernah kepikiran untuk menjadi dosen. Namun suatu hari, ada teman yang menawarkan saya untuk menggantikannya mengajar Ilmu Komunikasi di Universitas Tarumanegara, dan saya pikir tidak ada salahnya mencoba.”
Sejak saat itu, Heri mendapatkan pengalaman mengajar pertamanya sebagai dosen pengganti selama satu semester penuh pada tahun 2009.
Awal Karier Heri Sebagai Tenaga Pendidik
Seperti ungkapan populer “kita balas di S2,” Heri menjalani masa studi pascasarjana dengan penuh kesungguhan. Ia berhasil memperoleh IPK yang lebih baik dibandingkan masa D3-nya. Setelah lulus pada 2011 dengan gelar S.I.Kom dan M.I.Kom, ia mulai mencari lowongan kerja, bahkan hanya lewat koran. Bermodalkan pengalaman sebagai dosen pengganti, Heri memutuskan melanjutkan karier di dunia pendidikan. Didorong oleh keinginan memberikan manfaat bagi orang lain, ia mendaftarkan diri sebagai dosen di Universitas Garut.
Perjalanan Heri di Universitas Garut
Selama periode 2017-2022, Heri menjabat sebagai Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi. Ia mengampu berbagai mata kuliah, seperti Pengantar Ilmu Komunikasi, Interpersonal Skill dan Negosiasi, Komunikasi Bisnis, serta Hubungan Manusiawi. Meski demikian, Heri tidak hanya terbatas pada bidang komunikasi. Pada tahun 2022, ia dipercaya menjadi Ketua Program Studi Teknologi Informasi, setelah prodi ini didirikan pada 2021. Ini membuktikan kemampuannya beradaptasi lintas disiplin.
Inovasi dan Prinsip Mengajar Heri
Dalam perannya saat ini, Heri menyusun kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang menekankan hasil nyata dalam pembelajaran; baik dari segi keterampilan, pengetahuan, maupun perilaku. Ia juga aktif menyelenggarakan sosialisasi serta pembekalan job training agar mahasiswa siap menghadapi dunia industri.
Menurutnya, tantangan utama sebagai dosen adalah meyakinkan mahasiswa bahwa ia kredibel, terutama ketika harus mengubah pandangan mereka.
“Prinsip yang saya pegang selama menjadi dosen adalah melihat proses belajar para mahasiswa. Terutama saat memberikan nilai. Jika nilai ujian mahasiswa baik namun presensinya buruk, untuk saya itu tidak bagus.” tambahnya.
Heri berharap ke depan segala urusan dan usahanya berjalan dengan baik. Ia tidak menginginkan menjadi akademisi yang struktural, cukup dengan mengajar dan berbagi ilmu pengetahuan kepada mahasiswa.
Pesan Heri untuk Mahasiswa Prodi Humas
Sebagai alumni Humas, Heri Hendrawan berpesan kepada mahasiswa Humas untuk tidak berhenti berjuang dalam memahami publik dan membangun kredibilitas. Menurutnya, tujuan komunikasi yakni to change behavior, attitude, society, dan opinion sangat sulit dicapai terutama jika pihak yang ingin kita ubah sudah memiliki keyakinan yang berlawanan. Oleh karena itu, mahasiswa ilmu komunikasi harus tetap bersabar hingga orang lain yakin terhadap kita. Selain itu, kita juga harus terus belajar untuk memahami dan membangun kepercayaan orang lain terhadap diri kita.
Penulis: Afiya Raisya Muthmainnah
[email protected]