Kisah Cantika Peraih Beasiswa BSI Scholarship Inspirasi 2025

Lolos Dua Beasiswa Sekaligus, Ini Alasan Cantika Pilih BSI Scholarship Inspirasi 2025

Coba bayangkan jika kamu lolos dua beasiswa sekaligus, lalu harus memilih salah satu. Itulah yang dialami oleh Firstalova Wulan Cantika, mahasiswi Humas Fikom Unpad.

Di tengah kesibukan kuliah, Cantika aktif magang di dua tempat sekaligus. Ia menjadi Asisten Laboratorium Humas Fikom Unpad sekaligus Social Media Specialist di CGI Creative Lab. Di sela jadwal padat itulah ia mendaftar Beasiswa BSI Scholarship Inspirasi dengan alasan yang matang.

Di tengah kesibukan itu, ia justru berhasil masuk sebagai satu dari 11 awardee BSI Scholarship Inspirasi 2025 dari Unpad. Pilihannya jatuh ke BSI karena: komunitas yang lebih kecil, program yang lebih personal, dan manfaat yang membersamai hingga semester 8. 

“Aku pengen meringankan beban orang tua, tapi juga pengen punya tempat yang bisa jadi ruang buat aku berkembang dari sisi kemampuan hingga spiritualnya,” ujar Cantika.

Seleksi Ringkas Tanpa Tulis Esai

Cantika mengetahui informasi beasiswa ini dari media sosial. Proses seleksinya berjalan ringkas namun tetap kompetitif, hanya melalui dua tahap, tanpa wawancara, tanpa esai:

  • September – Seleksi berkas (KTP, transkrip, sertifikat, SKTM, dll.)
  • Oktober – Tes tulis, mirip psikotes
  • November – Pengumuman akhir

Tiap tahap berjalan sekitar satu bulan. Untuk tes tulis, Cantika mengaku tidak perlu persiapan khusus. Yang justru ia perhatikan serius adalah tahap administrasi. Satu berkas kurang, bisa langsung gugur.

“Yang penting teliti saat nyiapin berkas-berkasnya,” pesannya.

Hasilnya? Unpad hanya meloloskan 11 orang dari batch ke-5 ini.

“Jujur kaget dan gak nyangka banget… Aku merasa lebih bersyukur banget bisa jadi salah satu dari 11 orang keren ini,” ujar Cantika. 

Atasi Struggle Proses Seleksi, Ini Caranya

Perjalanan Cantika menuju BSI Scholarship Inspirasi bukan tanpa tantangan. Ia jujur mengakui sempat struggle karena harus menjalani dua proses seleksi beasiswa secara bersamaan dengan timeline yang berdekatan. Beberapa hari setelah wawancara beasiswa lain, ia langsung harus mengerjakan paper test BSI Scholarship.

“Jujur struggle, karena timelinenya mirip jadi agak kebingungan ngatur waktunya. Walaupun sebenernya nggak ada jadwal yang nabrak banget, tapi tetap jadi kebagi-bagi,” akunya.

Jadi kuncinya, harus pintar-pintar mengatur jadwal dan rajin mencari informasi baik lewat media sosial maupun dengan aktif bertanya ke kakak tingkat yang sebelumnya juga pernah jadi awardee.

Jadi MC di Depan 400+ Orang? Nervous, tapi Berhasil!

Firstalova Wulan Cantika saat menjalani sesi Mentoring Beasiswa BSI Scholarship (Foto: Dokumen Pribadi Narasumber)

Jadi awardee BSI Scholarship Inspirasi bukan hanya mendapatkan subsidi UKT hingga semester 8. Ada dua program rutin yang Cantika jalani setiap bulan:

  1. Pembinaan, dimana  dibentuk kelas besar satu cluster, menghadirkan pembicara berbeda tiap bulan dengan topik yang relate buat Gen Z: growth mindset, self resilience, sampai peran muslim di era modern.
  2. Mentoring,  yang lebih personal. Tiap kelompok kecil punya mentor tetap yang aktif mengajak awardee merefleksikan perjalanan mereka.

Di bulan Ramadhan, ada program tambahan: Ramadhan Habit Tracker dan sesi tahfidz & tahsin mingguan. Buat Cantika, ini yang bikin ibadahnya di bulan Ramadhan jauh lebih konsisten dari biasanya. 

Dampaknya terasa nyata. Cantika mengaku jadi lebih sering berhenti sejenak, merefleksikan apa yang sudah ia capai, dan mensyukuri setiap prosesnya.

Puncaknya datang saat ia mendapat amanah jadi MC di pembinaan Cluster C via Zoom — lebih dari 400 awardee hadir.

“Aku ngerasa nervous banget, tapi berkat mentorku yang selalu meyakinkan aku, akhirnya aku berhasil,” cerita Cantika.

Pesan Cantika untuk Pemburu Beasiswa

Cantika mengingatkan untuk selalu menguatkan tekad dan aktif mencari peluang yang ada. Ia juga menekankan pentingnya memahami setiap tahapan seleksi dengan seksama dan tidak ragu berdiskusi atau mencari mentor dari kakak tingkat.

Meluruskan niat dan mengetahui tujuan sejak awal, menurutnya, menjadi kunci agar motivasi tetap konsisten di tengah proses. Setelah seluruh ikhtiar ia lakukan, langkah terakhir yang tidak boleh kalian lupakan adalah berserah diri dan bertawakal.

“Do your best, trust the process, and let God do the rest!” tutup Cantika.

Penulis: Jahra Nur Salsabila – [email protected] 


Share this: