Mahasiswa Humas Unpad Raih Juara 2 di RAC Comminfest 2024

Yogyakarta, 18 Mei 2024 – Mahasiswa Universitas Padjadjaran berhasil raih juara 2 di Comminfest Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Tim gabungan yang terdiri dari dua mahasiswa Hubungan Masyarakat Vhalliza Ahsya Rilia dan Aliya Raihana Mutmainah dan mahasiswa Bisnis Digital, Rafa Andikaputra. Kemenangan Tim Hearama diperoleh dari kategori Radio Announcer Competition (RAC).

Tentang Tim Hearama

Motivasi awal Vhalliza dan Aliya adalah challenge pada mata kuliah Kreativitas Humas untuk mengikuti kompetisi komunikasi. Selain karena tugas, mereka mengikuti lomba untuk mencoba keluar dari zona nyaman serta menguji kemampuan mereka dalam bidang radio announcing. Keduanya kemudian mengajak  Rafa, teman di komunitas Radio Unpad untuk membuat tim bersama.

Hearama menjadi nama tim yang digunakan tiga serangkai, berasal dari kata Hear (mendengar) dan Irama. Dari dua kata itu, Vhalliza, Aliya dan Rafa berharap pendengarnya dapat mendengar dan mengikuti irama yang dibawakan dari karya mereka.

Apa itu RAC Comminfest?

Radio Announcer Competition (RAC) merupakan salah satu mata lomba di Communication Interest Festival  (Comminfest) yang diselenggarakan oleh Universitas Atma Jaya Yogyakarta. RAC

merupakan lomba bidang penyiaran radio yang mengharuskan peserta membuat karya audio campaign sesuai dengan tema yang dibawakan. Pada tahun 2024 RAC mengangkat tema “Reviving Treasures: Appreciate, Utilize, Sustain Recycled Waste.” Tema ini bertujuan untuk mengkampanyekan penyelesaian isu sampah yang ada di Indonesia. Pada lomba penyiaran ini juri yang dihadirkan Drs. Mario Antonius Birowo, M. A, Ph. D (Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UAY) dan Laksmiworo Kaniraras (Penyiar Radio Swaragama).

Angkat Isu Kantung Plastik Membawakan Mereka Menjadi Finalis

Pada tahap awal lomba, peserta diminta membuat karya audio campaign selama satu menit. Di tahap ini Tim Hearama membawakan isu kantung plastik yang biasanya diterima saat berbelanja ternyata berdampak besar pada lingkungan. Satu menit tersebut dimanfaatkan dengan baik untuk mengkampanyekan anti sampah plastik dan mencetuskan tagline “GASKAN AJA” (Ganti, Sebar, Kreasikan).

Dalam proses membuat audio campaign tersebut mereka berfokus pada bagaimana cara penyampaian pesan yang easy listening dan memorable. Selain itu, mereka juga menambah daya tarik dengan membuat Instagram tim yang menarik. Ternyata kesungguhan Tim Hearama melalui karya audio dan konten Instagram membawa tim ini berhasil masuk ke dalam 5 besar finalis untuk menghadapi babak final.

“Culture For The Future” Menjadi Judul yang Diangkat Saat Final

Pada tahap final, tema kampanye setiap tim ditentukan oleh panitia. Tim Hearama mendapatkan tema “Fashion Revive.” Kekhawatiran yang dirasakan tim Hearama adalah tema ini cukup sulit dalam mencari referensi serta mereka juga merasa gugup jika berhadapan langsung dengan orang-orang yang mendengar siaran 10 menit tersebut. Namun, hal ini menjadi motivasi bagi ketiga teman itu untuk semakin mempersiapkan final dengan matang. “Kita itu setelah penentuan tema langsung 3 hari research, 2 hari script, 2 hari latihan dari pagi-sore, karena harus bikin 10 menit tapi tidak ngebosenin, makanya kita bikin yang fun biar enak didenger dan tetep sesuai materi,” ungkap Vhalliza.

Setelah melakukan usaha semaksimal mungkin, Vhalliza dan teman-teman memutuskan untuk percaya akan usaha serta doa yang sudah mereka lakukan. Final dilangsungkan secara zoom, Tim Hearama membawakan judul “Culture For The Future” yang membahas budaya fomo gen Z untuk membeli baju. Dari topik tersebut, mereka membawakan inovasi penyelesaian isu berupa culture kreativitas dalam memanfaatkan atau mengelola baju yang ada. Saat pengumuman perlombaan diumumkan, Tim Hearama berhasil mendapatkan juara 2 dan mengharumkan nama Universitas Padjadjaran serta program studi mereka.

Jangan Kalah Sebelum Perang

Vhalliza, Aliya dan Rafa mengakui keinginan untuk mengikuti lomba sudah ada dari awal perkuliahan. Keikutsertaan mereka dalam lomba RAC menjadi tahap awal untuk mereka berkembang, kesulitan yang dihadapi juga menjadi pelajaran untuk bisa lebih baik. Kedepannya ketiga teman ini juga ingin terus bisa mengikuti lomba dan terus menghasilkan karya terbaik.

Terakhir mereka menyampaikan untuk yang akan mengikuti perlombaan perlu memperhatikan materi perlombaan, latihan, kesehatan dan jangan kalah sebelum perang.

Naila Alifah Putri
[email protected]

Share this: