Humas Politik Juga Harus Up to Date, Ini Salah Satu Strategi yang Bisa Diterapkan!

Ketika mendengar istilah politik, mungkin hal yang pertama kali terlintas di pikiran kebanyakan orang adalah pemilu, pergantian kekuasaan pemerintahan, atau bahkan isu-isu negatif yang lekat kaitannya dengan politik. Well, pikiran itu tidak sepenuhnya salah kok, karena politik merupakan sebuah bidang yang rumit dan memiliki dampak besar bagi sebuah negara. Makanya, tidak jarang satu langkah salah yang diambil oleh seorang politikus bisa berpengaruh kepada hal-hal lainnya bak efek domino.

Tetapi tahukah kalian, di balik rumitnya dunia politik di Indonesia, ternyata banyak inovasi-inovasi baru yang diadakan oleh politikus Indonesia untuk mendekatkan dirinya agar lebih akrab dengan masyarakat. Misalnya dengan istilah ‘blusukan’ yang sering dikaitkan dengan citra Presiden Joko Widodo. Program blusukan yang ia lakukan, melansir kontan.co.id merupakan salah satu strategi untuk mendengarkan masalah yang ada di masyarakat sekaligus menguasai medan yang akan ‘ditempuh’ dalam menyelesaikan masalah masyarakat.

Memang untuk beberapa orang, politik dianggap kaku dan terkesan sangat formal, kurang luwes dan tidak menyenangkan untuk diikuti. Namun, seiring dengan berkembangnya karakteristik masyarakat Indonesia yang kini mulai menghadirkan wajah-wajah dari Generasi Millennial dan Generasi Z, maka dibutuhkan pendekatan baru yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan serta keinginan kedua generasi tersebut.

Memikat hati orang-orang dari kedua generasi ini penting dilakukan karena menurut Sensus Penduduk tahun 2020 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia yang diberitakan oleh kompas.com, penduduk Indonesia saat ini didominasi oleh Generasi Z (27,94%) dan disusul oleh Generasi Millennial (25,87%). Keduanya adalah generasi muda yang memiliki rentang usia 8 sampai 23 tahun (Generasi Z lahir pada tahun 1997 – 2012) dan usia 24 sampai 39 tahun (Generasi Milenial lahir pada tahun 1981 – 1996). Dari data tersebut, maka dapat dikatakan kedua generasi tersebut mayoritas sudah di atas 17 tahun dan dapat ikut serta dalam hal politik.

Melihat kondisi masyarakat Indonesia di atas, Humas atau PR sebagai garda terdepan organisasi, pemerintah, bahkan lembaga politik, harus mulai menyesuaikan strategi kehumasannya agar tetap relevan dengan kondisi masyarakat yang kini didominasi Generasi Z dan Generasi Milenial. Salah satu contohnya adalah strategi Special Event yang dilakukan oleh Partai Politik PDI Perjuangan (PDIP) melalui Festival Kopi Tanah Air 2022.

Wujud dukungan untuk jadikan Indonesia juara kopi dunia

Festival Kopi Tanah Air (festivalkopitanahair.com)

Festival Kopi Tanah Air merupakan sebuah rangkaian acara yang digagas oleh PDIP sebagai rangkaian kegiatan peringatan HUT PDIP ke-49. Menurut Ono Surono selaku Ketua Panitia Festival Kopi Tanah Air 2022, acara ini hadir salah satunya bertujuan untuk mengingat bahwa Indonesia sudah dikenal memiliki potensi besar sebagai penghasil kopi. Kemudian seiring dengan perubahan budaya konsumsi di Indonesia, produk ini menjadi salah satu komoditas yang memiliki potensi besar dengan produksi sekitar kurang lebih 750 ribu per tahun, dan perputaran uang mencapai Rp 4,8 triliun per tahun.

Puan Maharani selaku ketua DPR RI yang hadir untuk membuka kegiatan tersebut juga mengatakan bahwa Festival Kopi Tanah Air 2022 merupakan bentuk dukungan untuk majunya petani Indonesia juga sekaligus dukungan untuk membangun bangsa yang bergotong royong. Ono Surono menambahkan bahwa dengan adanya Festival Kopi Tanah Air 2022 ini, diharapkan dapat turut menjaga nasionalisme masyarakat Indonesia yang terlibat.

Dilansir dari suarasurabaya.net, kegiatan festival ini diawali dengan dialog Kopi Tanah Air yang digelar beberapa bulan sebelumnya. Dialog yang membahas topik kopi dari hulu sampai hilir ini melibatkan sejumlah pejabat pemerintah dan pengusaha kopi lokal. Kegiatan ini juga beriringan dengan upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19. Secara keseluruhan, kegiatan ini telah melibatkan total 5 kementerian, 29 DPD PDIP di seluruh Indonesia, 4 komunitas produsen kopi, puluhan brand kopi lokal, dan 535 peserta pelatihan barista.

Selain dialog yang dilaksanakan bersama, Special Event yang puncaknya digelar pada 27-29 Mei 2022 di Lapangan Parkir Timur Gelora Bung Karno Senayan  ini juga menghadirkan Gelar Sulang Kopi terbanyak yang mendapatkan rekor MURI. Selain itu, terdapat pula kegiatan pameran oleh sejumlah barista, workshop, brand kopi lokal, pameran kopi daerah, pasar lelang biji kopi, dan mini museum kopi. Untuk memeriahkan pertunjukan seni budaya lokal ini, dihadirkan juga artis tanah air seperti seperti Krisdayanti, Rizky Febian, Pee Wee Gaskin, Marcell, dan Hivi.

Special event dan kehumasan politik pasca COVID-19

Sebagai salah satu event yang diselenggarakan pasca kebijakan COVID-19 di DKI Jakarta, penulis dapat mengatakan bahwa acara Festival Kopi Tanah Air 2022 berhasil merebut hati masyarakat. Sebagai rangkaian HUT PDIP ke-49, tim PDIP dapat membidik topik ekonomi dan sosial yang digemari masyarakat.

Pada penjelasan di paragraf sebelumnya, kegiatan yang diadakan pada bulan Mei tersebut dapat mendorong pemulihan ekonomi untuk pelaku usaha kopi, baik pada sisi hulu maupun sisi hilir industrinya. Sementara itu, jika dilihat dari sisi sosial, PDIP mengangkat kopi sebagai sebuah media yang menyatukan masyarakat Indonesia. Bisa dilihat dari kondisi di lapangan yang ditemukan oleh tim PDIP, yaitu masyarakat Indonesia—terutama Generasi Z dan Generasi Millennial—menyukai produk olahan kopi untuk dinikmati saat sedang berkumpul atau sekedar bersantai.

Pada bidang keilmuan PR, Special Event disebut sebagai kegiatan yang mendapatkan perhatian dari media pers atau publik (Santoso, 2014) dengan fungsinya yaitu; (1) memberikan informasi secara langsung dan mendapatkan hubungan timbal balik positif dengan publiknya melalui event yang dirancang dan terkait dengan kegiatan kehumasan tertentu, dan (2) menjadi media komunikasi dan publikasi untuk memperoleh awareness yang dapat menciptakan citra positif (Ruslan (2007) dalam Santoso, 2014).

Secara singkat, acara ini sukses mendapatkan banyak perhatian dari publik terutama kalangan anak muda yang menyukai kopi dan konser musik. Hal ini terbukti dengan adanya laporan akhir dari panitia yang mengatakan bahwa pengunjung yang hadir telah mencapai ribuan orang. Ini lebih dari target awal pengunjung yang hanya sebanyak 2.000 orang. Festival ini juga menjadi media komunikasi dan publikasi bagi PDIP karena acara ini diliput dan diberitakan lebih dari 10 media nasional dan lokal Indonesia, per 30 Mei 2022.

Dari penjelasan tersebut, penulis sendiri menyimpulkan bahwa sebagai event luring yang diadakan pasca kebijakan COVID-19, PDIP berhasil membawa tema kopi tanah air untuk menarik perhatian masyarakat. Ditambah lagi pesan yang dibawa dikemas secara menarik melalui narasi kebersamaan dalam kopi, bukan hanya tentang HUT PDIP semata. Taktik yang disajikan juga beragam mulai dari konser musik, pameran, kompetisi, dan social media activation yang dapat menjangkau publik secara daring.

Semua harus up to date!

Walau dari awal penulis mengatakan bahwa Humas Politik harus selalu up to date, nyatanya pesan tersebut dapat diaplikasikan kepada seluruh praktisi kehumasan di mana saja. Sebagai seorang humas atau PR, kita dituntut untuk selalu peka dengan keadaan di sekitar kita, memahami bagaimana situasi publik kita, dan selalu mendengarkan bagaimana kebutuhan serta keinginan audiens kita.

Maka itu, up to date menjadi aspek yang penting untuk selalu dikembangkan oleh praktisi humas. Tidak hanya dari sisi praktik saja, namun juga dari sisi keilmuan. Terakhir, penulis mengajak pembaca untuk selalu belajar dan menambah wawasan, tidak perlu di bidang humas saja, namun di berbagai bidang lain dengan tujuan untuk selalu up to date, di mana pun dan kapan pun kita berada.

Penulis: Farrel Fauzan Arvian (2017) | Editor: Magrifatul Zania Maharani dan Lyonnie Nabiel Rayyana (Himpunan Mahasiswa Hubungan Masyarakat Universitas Padjadjaran)

Share this: